Dan Hidup Terus Bergulir

masih ada esok, seperti kemarin yang berlalu begitu saja

Serial Si Kucing Hitam: Miss Universe Senin, 4 Juli 2005

Diarsipkan di bawah: Cerita 100 Kata — pangerankucing @ 4:16 am

“Wooooooooooow!� aku terpekik kagum.
Bagaimana tidak, begitu banyak manusia berjenis wanita yang sangat cantik berkeliaran di situ.

Aku melihat ke atas panggung, dan ada tulisan Miss Universe 2005 di sana.
“Oh, rupanya pemilihan Miss Universe,� kataku, “Pantas saja banyak wanita cantik di sini.�
Kulihat wanita-wanita cantik itu berjalan bergantian di atas panggung lalu berbaris.
“Saatnya aku yang tampil,� kataku sambil naik panggung lalu berjalan melewati mereka semua.

Tiba-tiba terdengar bunyi keras.
Kraaakkk!!

Pijakan di bawah wanita-wanita itu patah, dan mereka semua terjatuh ke bawah panggung.

“Hahahahahaha!� aku tertawa keras, “Hilang deh kecantikan mereka sekarang! Memang tidak ada kecantikan yang abadi.�

 

Serial Si Kucing Hitam: Dunia Kartun (3) Senin, 4 Juli 2005

Diarsipkan di bawah: Cerita 100 Kata — pangerankucing @ 4:14 am

Bib bib… bib bib…
Road runner berlari kencang. Coyote mengejarnya dengan menggunakan roket.
Bib bib… bib bib…
Coyote sudah hampir berhasil mengejar, tangannya menjulur siap menangkap.
Bib bib… bib bib…
Road runner berhenti mendadak, kepalanya menunduk.
Coyote terus terbang melewati Road Runner. Di depan ada tebing. Roket tidak terkendali.

Duar!
Coyote menabrak tebing dengan sukses.

Bib bib… bib bib…
Road runner berlari kencang. Dari kejauhan ada sebuah titik hitam menyeberangi jalan.

“Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkk! Itu si kucing hitaaaaaammm!�

Ciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttttttttttttt
Road runner ngerem, menghentikan larinya.

“Hiatttttttt! Kena kau sekarang,� seru Coyote.
Kepala road runner terpenggal.

“Terimakasih ya kucing hitam!�
“Sama-sama… Selamat makan Coyote!�

 

Serial Si Kucing Hitam: Pangerankucing Narsis Senin, 4 Juli 2005

Diarsipkan di bawah: Cerita 100 Kata — pangerankucing @ 4:12 am

Meooooooooooong!
Aku mengusap-usapkan kepalaku pada kaki seorang manusia yang sedang asik makan di bangku taman.
“Ada apa kucing hitam?�

Meooong! (baca: minta dong makanannya!)
“Oh, minta makan?�

Meong meoooong! (baca: nah, gitu dong ngerti kalau aku minta makan.)
“Iya dong aku ngerti.�

Meeoong meooong meong! (baca: hebat bisa ngerti bahasa kucing! emangnya elo siapa?)
“Hahahahaha! Kamu yang hebat, berani ngomong gitu sama saya!�

Meong meoong meoooong! (baca: memangnya kenapa?)
“Wah, kamu nggak tau siapa saya ya?�

Meeeeoooong meong! (baca: Lha, emangnya situ siapa?)

Manusia itu berubah menjadi kucing hitam besar.
Aku tersadar dan langsung berlutut memberi hormat.

“Hormat hamba, pangerankucing!�

 

Serial Si Kucing Hitam: Dunia Kartun (2) Senin, 4 Juli 2005

Diarsipkan di bawah: Cerita 100 Kata — pangerankucing @ 4:12 am

Syut
Sebuah kepala keluar dari balik pohon. Toleh kanan kiri.

“Aman nggak?� tanya sebuah suara dari balik pohon.
“Aman!�
Syut
Kepala kedua keluar dari balik pohon. Toleh kanan kiri.

“Bener nggak? Aman?� tanya sebuah suara lain dari balik pohon.
“Aman!�
Syut
Kepala ketiga keluar dari balik pohon. Toleh kanan kiri.

“Iya nih, kayaknya udah aman,� serunya, “Ayo kita pergi! Sebelum dia muncul.�

Daffy, Silvester, dan Bugs Bunny keluar dari persembunyian dan mulai berjalan.

Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

“Apa itu?� tanya mereka berbarengan.

BRAK!!!
Sebuah kapal selam tiba-tiba jatuh dari langit menimpa mereka semua.

“Aaaakuuuu taaaauu ituuuu aaaapaaaa,� jawab Bugs, “Si kuuuuuciiing hiiitaaaam leeeeewaaaaat!�