Dan Hidup Terus Bergulir

masih ada esok, seperti kemarin yang berlalu begitu saja

Serial Si Kucing Hitam: Dunia Kartun (1) Senin, 4 Juli 2005

Diarsipkan di bawah: Cerita 100 Kata — pangerankucing @ 4:11 am

Aku terbangun dan menemukan diriku pada sebuah dunia yang berbeda. Aku melihat sekitarku. Dunia tampak begitu berwarna, dan semua benda mempunyai garis tepi berwarna hitam.

“Lho, aku ada dimana ya?�

Aku berjalan untuk melihat-lihat dunia baru itu. Sepertinya aku mengenal dunia ini. Tidak salah lagi, ini dunia kartun.

“Hey, bukankah di dunia kartun seekor kucing hitam begitu hebatnya membuat kesialan hanya dengan lewat di depan seseorang? Sepertinya kau harus mencobanya,� pikirku.

Aku lewat di depan Tazmania. Tiba-tiba saja, sebuah lemari besi besar jatuh dari langit menimpanya.

“Hahahahahahaha. Sepertinya hari ini akan sangat menyenangkan untukku!�

Dua buah tanduk keluar dari kepalaku.

 

Serial Si Kucing Hitam: Manusia Rakus Senin, 4 Juli 2005

Diarsipkan di bawah: Cerita 100 Kata — pangerankucing @ 4:10 am

Sudah malam rupanya. Untung saja aku sudah makan tadi. Sepertinya aku bisa tidur nyenyak tanpa takut perutku berbunyi mengganggu mimpiku.

Hoaaaaaaaaaaaaammmm

Aku menguap. Mataku mengantuk. Seperti lampu 5 watt saja layaknya. Walaupun aku yakin manusia dan binatang lain tetap melihat mataku menyala hijau terang.

Aku berjalan menuju tumpukan kardus dan kain kumal di pojok jalan itu. Tempat tidurku.

Kulihat ke kanan. Ada seorang manusia berjalan ke arahku. Jalannya oleng. Sepertinya ia sedang mabuk berat. Tiba-tiba saja ia menginjak kulit pisang, jatuh terjembab, lalu kepalanya membentur aspal.

Aku menghampirinya.
“Ah, rupanya ia sudah tak bernafas lagi. Makanya jangan mabuk-mabukan. Matilah kau!“

 

Serial Si Kucing Hitam: Pemabuk Jalanan Senin, 4 Juli 2005

Diarsipkan di bawah: Cerita 100 Kata — pangerankucing @ 4:10 am

Sudah malam rupanya. Untung saja aku sudah makan tadi. Sepertinya aku bisa tidur nyenyak tanpa takut perutku berbunyi mengganggu mimpiku.

Hoaaaaaaaaaaaaammmm

Aku menguap. Mataku mengantuk. Seperti lampu 5 watt saja layaknya. Walaupun aku yakin manusia dan binatang lain tetap melihat mataku menyala hijau terang.

Aku berjalan menuju tumpukan kardus dan kain kumal di pojok jalan itu. Tempat tidurku.

Kulihat ke kanan. Ada seorang manusia berjalan ke arahku. Jalannya oleng. Sepertinya ia sedang mabuk berat. Tiba-tiba saja ia menginjak kulit pisang, jatuh terjembab, lalu kepalanya membentur aspal.

Aku menghampirinya.
“Ah, rupanya ia sudah tak bernafas lagi. Makanya jangan mabuk-mabukan. Matilah kau!“

 

Serial Si Kucing Hitam: Namaku Si Kucing Hitam Senin, 4 Juli 2005

Diarsipkan di bawah: Cerita 100 Kata — pangerankucing @ 4:08 am

Namaku si kucing hitam. Teman-teman kucing yang lain menyebutku ‘bad luck‘. Tidak tau mengapa, mereka semua tidak suka padaku. Katanya, aku selalu membawa kesialan pada mereka. “Ah, matahari sudah terik sekali. Sudah siang rupanya. Pantas saja aku sudah merasa begitu lapar. Saatnya untuk mencari makan di tempat biasa, penampungan sampah di seberang jalan itu.� Aku mulai menyeberangi jalan di depanku. Namun tiba-tiba terdengar suara keras dari sampingku. Ciiiiiiiiiiiiittttttttttt! Brak! Duk! Jeger! “Ah, dasar mobil-mobil itu. Mereka selalu saja tabrakan saat aku berjalan melewati depan mereka. Sepertinya mereka harus lebih hati-hati saat menyetir. Dasar bodoh!� Dan aku meneruskan langkahku menyeberang jalan.