Saat ku sadar
kau telah hilang
Kucari dari mata
kau tak ada
Kucari di hati
kau tlah sirna
Namun beda dengan sebelumnya
Kali ini aku tak hampa
Namun beda dengan sebelumnya
Kali ini aku tak perduli
Saat ku sadar
kau telah hilang
Kucari dari mata
kau tak ada
Kucari di hati
kau tlah sirna
Namun beda dengan sebelumnya
Kali ini aku tak hampa
Namun beda dengan sebelumnya
Kali ini aku tak perduli
[Shaman King] merupakan sebuah Komik karangan Hiroyuki Takei. Ini menjadi komik pertama yang akan gue review, soalnya komik ini adalah salah satu komik favorit gue.
Shaman King, mempunyai tokoh utama bernama Yoh Asakura yang merupakan seorang Shaman. Shaman merupakan seseorang yang mempunyai kelebihan yaitu dapat melihat dan mempergunakan kekuatan roh atau bisa juga disebut sebagai penghubung antara manusia dengan dunia roh. Roh-nya pun bermacam-macam, dari mulai roh manusia, binatang, atau roh suci.
Setiap 500 tahun sekali diadakan pertarungan antar Shaman yang akan menghasilkan seorang Shaman King, seorang Shaman yang akan diperbolehkan untuk memiliki Roh Agung, sumber dari segala Roh.
Cara bertarungnya dengan melakukan Oversoul [penggabungan roh dengan Shaman], dan melakukan pertarungan dengan oversoul mereka. Semakin besar dan kuat oversoulnya, semakin kuat mereka bertarung.
Seperti cerita2 lainnya, pasti ada yang baik dan ada yang jahat. Yoh Asakura, beserta teman2nya [Ryu si pedang kayu, Horo horo, Tao Ren, Lyserg] berusaha untuk menghalangi seorang Shaman paling hebat dan jahat yaitu HAO dalam ambisinya memperoleh gelar Shaman King dan menghabisi seluruh umat manusia.
Hao, yang ternyata mempunyai marga Asakura juga, adalah kakak Yoh. Mereka saudara kembar tepatnya. Hao yang ber-reinkarnasi pada tubuh ibu dari Yoh ternyata kehilangan beberapa kekuatannya karena terbagi oleh Yoh.
Bagaimana akhir dari pertarungan dua saudara kembar memperebutkan gelar Shaman King ini? Gue juga belum selesai bacanya.
Tapi secara overall, komik ini sangat layak untuk dibaca bahkan dikoleksi.
mencintaimu selama aku bernafas
seindah cahaya pagi
sinari hidupku
memilikimu dan aku pun percaya
kasih yg telah kau beri
membuka mataku
waktu pertama kali kusadar
kau cintaku
reff: ku takkan bisa melakukan semua
tanpa dirimu di sisiku
kau yg menggenggam hatiku
ku takkan sanggup
melewati waktu tanpamu
karena hanya dirimu yang mengerti
peluk diriku hapuskan luka
ku tak pernah berubah
karena ku memilihmu
_______________
Tembang ini lagi gue suka banget. Kenapa? Soalnya liriknya gue banget… sama Titi tentunya. Hmmm… semua yang gue lakukan sepertinya nggak akan bisa gue lakukan tanpa dia… Romantis euy… mentang2 pengantin baru.
Tapi ini beneran loh… Dia tuh support gue banget dengan ‘her own ways’ tentunya.
Makanya…
peluk diriku hapuskan luka
ku tak pernah berubah
karena ku memilihmu
[ADA] beberapa orang yang diberi kelebihan dalam keberuntungan. Ada juga yang memang disiapkan untuk selalu mengalami kesialan.
Bener nggak sih?
Beberapa hari ini gue ngamatin beberapa kejadian yang kadang aneh menurut gue, tapi juga kadang lucu.
Ehm, sebagai operator yang mempunyai banyak Vendor, jelaslah kalo Telkomsel dapet banyak undangan berbuka puasa bersama dari mereka. Dan dalam acara buka puasa bersama ini, ada satu agenda yang sangat ditunggu2 oleh karyawan Telkomsel, yaitu Door Prize.
Nah, di acara ini sering gue denger bahwa nama2 yang menang itu2 aja. Padahal gue cukup yakin kalo pengundian dilakukan secara jujur dan adil. Soalnya kalo dilakukan dengan nggak jujur dan adil, biasanya gue menang. Hehehehe…
So, gue liat ada beberapa orang yang memang rejekinya bagus di undian2, seperti door prize itu. Hehehe… mungkin orang2 seperti itu yang disebut Hoki.
Dan sebaliknya, ada yang mau gimana juga, tetep aja nggak dapet. Misalnya ada undian dengan kemungkinan 99 %, dia pasti masuk di 1 % nya. Huahahahaha… nggak tau deh kenapa.
Tarus harus gimana dong?
Sekali lagi, rejeki adalah urusan Allah. Jadi, ngapain kita iri dengan orang yang Hoki atau sombong karena jadi orang Hoki. Soalnya kata Aa’ Gym, itu juga titipan bukan? Yang penting kita berusaha untuk mendapatkan rejeki, kemudian berdoa. Selanjutnya, serahkan semua ke Allah SWT. Percaya deh… ada kok bagiannya sendiri2.