Dan Hidup Terus Bergulir

masih ada esok, seperti kemarin yang berlalu begitu saja

Aku Menjemput Selasa, 15 November 2005

Diarsipkan di bawah: Cerita 100 Kata, Puisi — pangerankucing @ 2:54 am

Mataku berdarah, kau tersenyum
Hidungku berdarah, kau tersenyum
Kupingku berdarah, kau tersenyum
Mulutku berdarah, kau tersenyum

Dadaku berdarah, kau tersenyum
Punggungku berdarah, kau tersenyum
Perutku berdarah, kau tersenyum

Lenganku berdarah, kau tersenyum
Telapak tanganku berdarah, kau tersenyum

Kakiku berdarah, kau tersenyum
Telapak kakiku berdarah, kau tersenyum

Aku mati, kau tertawa

Matamu berdarah, aku menangis
Hidungmu berdarah, aku menangis
Kupingmu berdarah, aku menangis
Mulutmu berdarah, aku menangis

Dadamu berdarah, aku menangis
Punggungmu berdarah, aku menangis
Perutmu berdarah, aku menangis

Lenganmu berdarah, aku menangis
Telapak tanganmu berdarah, aku menangis

Kakamu berdarah, aku menangis
Telapak kakimu berdarah, aku menangis

Kau mati, aku menjemput

 

I Love You Selasa, 15 November 2005

Diarsipkan di bawah: Cerita 100 Kata, Puisi — pangerankucing @ 2:51 am

Kau katakan, “I love you!”

Aku terdiam. Kau terdiam.
Dua pikiran mengembara.

Otakku mencerna satu kalimat suci itu.
Aneh!
Aneh!
Getaran itu hilang. Mungkin kata-kata itu sudah begitu kosongnya untukmu sehingga saat kau ucapkan, ia tak lagi berisi.
Tidak menggetarkan hati seperti dulu.

Ku sadar, akupun begitu.

Mungkin hanya ritual murni saat kita berdua,
saat bibir berpagut,
saat jemari berpesta,
saat tubuh menyatu,
saat lenguhan berbalas.

Ah… hilang… maknanya hilang.
Bagiku,
juga bagimu.

Hanya ritual kata saat semua berlalu, saat kita kembali mengenakan baju.

“I love you too!” Sama kosongnya di hatiku.

Dan kita berpisah, seperti tak ada yang terjadi.