Dan Hidup Terus Bergulir

masih ada esok, seperti kemarin yang berlalu begitu saja

Aku Menjemput Selasa, 15 November 2005

Diarsipkan di bawah: Cerita 100 Kata, Puisi — pangerankucing @ 2:54 am

Mataku berdarah, kau tersenyum
Hidungku berdarah, kau tersenyum
Kupingku berdarah, kau tersenyum
Mulutku berdarah, kau tersenyum

Dadaku berdarah, kau tersenyum
Punggungku berdarah, kau tersenyum
Perutku berdarah, kau tersenyum

Lenganku berdarah, kau tersenyum
Telapak tanganku berdarah, kau tersenyum

Kakiku berdarah, kau tersenyum
Telapak kakiku berdarah, kau tersenyum

Aku mati, kau tertawa

Matamu berdarah, aku menangis
Hidungmu berdarah, aku menangis
Kupingmu berdarah, aku menangis
Mulutmu berdarah, aku menangis

Dadamu berdarah, aku menangis
Punggungmu berdarah, aku menangis
Perutmu berdarah, aku menangis

Lenganmu berdarah, aku menangis
Telapak tanganmu berdarah, aku menangis

Kakamu berdarah, aku menangis
Telapak kakimu berdarah, aku menangis

Kau mati, aku menjemput

 

2 Responses to “Aku Menjemput”

  1. uz_tedjo Says:

    Salouuuut………….ttttttt……….

  2. Ri aja Says:

    bagaikan segalanya …
    begitu berarti …cinta tak mengenal siapa
    aku membencinya ..menggangu hidupku ..
    namun ketika ia datang tak satupun bisa menolak

    lanutkan hidup mu ..akan ada hati-hati yang lain
    Uuuhh!!!!


Leave a Reply