Posted by: pangerankucing | Selasa, 15 Nopember 2005

I Love You

Kau katakan, “I love you!”

Aku terdiam. Kau terdiam.
Dua pikiran mengembara.

Otakku mencerna satu kalimat suci itu.
Aneh!
Aneh!
Getaran itu hilang. Mungkin kata-kata itu sudah begitu kosongnya untukmu sehingga saat kau ucapkan, ia tak lagi berisi.
Tidak menggetarkan hati seperti dulu.

Ku sadar, akupun begitu.

Mungkin hanya ritual murni saat kita berdua,
saat bibir berpagut,
saat jemari berpesta,
saat tubuh menyatu,
saat lenguhan berbalas.

Ah… hilang… maknanya hilang.
Bagiku,
juga bagimu.

Hanya ritual kata saat semua berlalu, saat kita kembali mengenakan baju.

“I love you too!” Sama kosongnya di hatiku.

Dan kita berpisah, seperti tak ada yang terjadi.

Tanggapan

–Cinta hanya untuk cinta–

Ketika cinta memanggilmu, ikutlah dengannya
Meskipun jalan yang harus kau tempuh keras dan terjal
Ketika sayap-sayapnya merengkuhmu, serahkan dirimu padanya
Meskipun pedang-pedang yang ada dibalik sayap-sayap itu mungkin akan melukaimu
Dan jika ia bicara padamu, percayalah meskipun suaramu akan membuyarkan mimpi-mimpimu bagaikan angin utara yang memorak porandakan pertamanan.

Cinta akan memahkotai dan menyalibmu, menumbuhkan dan memangkasmu
Mengangkat naik, membelai ujung-ujung rantingmu yang gemulai dan membawanya ke matahari.
Tapi cinta juga akan mencengkeram, menggoyang akar-akarmu hingga tercerabut dari bumi.

Bagai seikat gandum ia satukan dirimu dengan dirinya menebahmu hingga kau telanjang.
Menggerusmu agar kau terbebas dari kulit luarmu
Menggilasmu untuk memutihkan
Melumatmu hingga kau jadikan liat
Kemudian ia membawamu ke dalam api sucinya
Hingga engkau menjadi roti suci perjamuan kudus bagi Tuhan.

Semuanya dilakukan cinta untukmu hingga kau
Mengetahui rahasia hatimu sendiri, dan dalam pengetahuan itu kau akan menjadi bagian hati kehidupan.
Jangan biarkan rasa takut bersarang, agar kau tak hanya menjadikan cinta tempat mencari senang.
Karena akan lebih baik bagimu untuk segera menutupi ketelanjangan dan berlalu dari lantai penebahan cinta.
Menuju dunia tanpa musim dimana engkau akan puas tertawa, gelak yang bukan tawamu, dan engkau akan menangis, airmata yang bukan tangismu.

Cinta tidak memberi apa pun kecuali dirinya sendiri dan tidak meminta apa pun selain cinta itu sendiri.
Cinta tiak memiliki; dan tidak dimiliki
Karena cinta hanya untuk cinta.

Leave a response

Your response:

Kategori